REVIEW BUKU
TERUSIR KARYA BUYA HAMKA
IDENTITAS BUKU
|
Judul Buku |
Terusir |
|
Penulis |
Hamka |
|
Tahun Terbit |
2025 (Cetakan ke-10) |
|
Halaman |
144 hlm |
|
ISBN |
978-602-250-292-0 |
|
Kota Terbit |
Gema Insani |
|
Penerbit |
Jawa Barat |
DESKRIPSI SINGKAT (BLURB)
Mariah, seorang perempuan lembut dengan rupa cantik, terusir
oleh Azhar (suaminya) karena fitnah keji dari keluarga Azhar. Dalam pekatnya
malam dan gerimis hujan, Mariah terpaksa pergi dari rumah dan meninggalkan
anaknya. Kehidupan Mariah penuh dengan kepelikan setelah dia tidak lagi menjadi
pembantu di rumah keluarga bangsawan Belanda. Pada akhirnya, dia terjerembab ke
lembah nista karena terdesak keadaan.
Bagaimanakah keadaan Azhar dan anaknya setelah tidak lagi
bersama Mariah? Akankah nasib Mariah tetap tragis hingga akhir hayatnya? Novel
ini mengekspresikan beragam perasaan mendalam secara apik terkait perjuangan
hidup, cinta, kehilangan, permusuhan dan penyesalan. Ikuti liku perjuangan
hidup Mariah dalam novel fenomenal Hamka ini.
![]() |
ULASAN BUKU
Cerita yang disajikan dalam buku ini sangat menarik.
Mengangkat tema perjuangan hidup, cinta, kehilangan, permusuhan dan penyesalan
membuat cerita ini terasa begitu emosional. Di bab-bab terakhir aku dibuat
menangis, betapa sakitnya jika menjadi sosok Mariah dan betapa campur aduknya
perasaan jika berada di posisi Sofyan (anaknya) yang tahu kebenarannya setelah
ibunya sudah tiada.
Penulis menuliskan ceritanya dengan cerdas dan piawai.
Namun, PoV yang digunakan tidak berfokus pada satu tokoh membuatku agak
kebingungan sedikit. Kemudian gaya penceritaannya menurutku sangat unik beda
dari novel-novel yang kutemui, mungkin karena bahasa yang digunakan dalam novel
ini adalah bahasa Melayu. Sehingga butuh effort lebih dalam membaca buku ini.
Sebab, ada beberapa kata yang kutemukan, kata-kata itu terasa baru bagiku
(karena aku tidak bisa punya skill berbahasa Melayu). Akan tetapi, secara keseluruhan
novel ini masih bisa dipahami.
Kemudian, cover buku, penampilannya sangat bagus memiliki
kesan yang misterius dengan warna malam yang mendominasi dan sangat
menggambarkan isi ceritanya. Mulai dari nuansa malam yang gelap yang menunjukan
sisi gelap dalam hidup Mariah, lalu ada gambar rumah gadang di sisi kanan dan
kiri yang menggambarkan bagaimana perjuangan hidup Mariah yang mencari
pekerjaan dari satu rumah ke rumah yang lain, dan ada gambar sosok perempuan di
tengahnya yang ikonik, merujuk pada tokoh utama cerita yaitu Mariah.
Rating yang bisa aku berikan untuk buku ini ⭐ 3,8/5.

.jpg)
_edited.jpg)
