Ulasan Buku Tema Classical Book: 'Terusir' Karya Hamka

 

REVIEW BUKU TERUSIR KARYA BUYA HAMKA


IDENTITAS BUKU

Judul Buku

Terusir

Penulis

Hamka

Tahun Terbit

2025 (Cetakan ke-10)

Halaman

144 hlm

ISBN

978-602-250-292-0

Kota Terbit

Gema Insani

Penerbit

Jawa Barat

DESKRIPSI SINGKAT (BLURB)

Mariah, seorang perempuan lembut dengan rupa cantik, terusir oleh Azhar (suaminya) karena fitnah keji dari keluarga Azhar. Dalam pekatnya malam dan gerimis hujan, Mariah terpaksa pergi dari rumah dan meninggalkan anaknya. Kehidupan Mariah penuh dengan kepelikan setelah dia tidak lagi menjadi pembantu di rumah keluarga bangsawan Belanda. Pada akhirnya, dia terjerembab ke lembah nista karena terdesak keadaan.

Bagaimanakah keadaan Azhar dan anaknya setelah tidak lagi bersama Mariah? Akankah nasib Mariah tetap tragis hingga akhir hayatnya? Novel ini mengekspresikan beragam perasaan mendalam secara apik terkait perjuangan hidup, cinta, kehilangan, permusuhan dan penyesalan. Ikuti liku perjuangan hidup Mariah dalam novel fenomenal Hamka ini.

 

PROFIL PENULIS

Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) lahir di Nagari, Sungai Batang, Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat pada tanggal 17 Febuari 1908. Hamka adalah ulama dan sastrawan besar Indonesia. Beliau dikenal aktif menjadi pengurus organisasi Muhammadiyah, pernah terjun ke dunia politik—melalui Partai Masyumi—dan menjabat sebagai ketua pertama Majelis Ulama Indonesia (MUI). Hamka termasuk pahlawan nasional dan wafat pada tanggal 24 Juli 1981 di Jakarta.


Semasa hidupnya, beliau berhasil menorehkan beberapa karya fenomenal dalam sejarah sastra Indonesia, seperti novel Di Bawah Lindungan Ka’bah dan Tenggelamnya Kapal Van der Wijck. Karya beliau lainnya adalah novel Keadilan Ilahi yang terbit dengan judul baru Cinta Terkalang dan novel Sabariah yang diterjemahkan dari bahasa Minangkabau.

 

ULASAN BUKU

Cerita yang disajikan dalam buku ini sangat menarik. Mengangkat tema perjuangan hidup, cinta, kehilangan, permusuhan dan penyesalan membuat cerita ini terasa begitu emosional. Di bab-bab terakhir aku dibuat menangis, betapa sakitnya jika menjadi sosok Mariah dan betapa campur aduknya perasaan jika berada di posisi Sofyan (anaknya) yang tahu kebenarannya setelah ibunya sudah tiada.

Penulis menuliskan ceritanya dengan cerdas dan piawai. Namun, PoV yang digunakan tidak berfokus pada satu tokoh membuatku agak kebingungan sedikit. Kemudian gaya penceritaannya menurutku sangat unik beda dari novel-novel yang kutemui, mungkin karena bahasa yang digunakan dalam novel ini adalah bahasa Melayu. Sehingga butuh effort lebih dalam membaca buku ini. Sebab, ada beberapa kata yang kutemukan, kata-kata itu terasa baru bagiku (karena aku tidak bisa punya skill berbahasa Melayu). Akan tetapi, secara keseluruhan novel ini masih bisa dipahami.

Kemudian, cover buku, penampilannya sangat bagus memiliki kesan yang misterius dengan warna malam yang mendominasi dan sangat menggambarkan isi ceritanya. Mulai dari nuansa malam yang gelap yang menunjukan sisi gelap dalam hidup Mariah, lalu ada gambar rumah gadang di sisi kanan dan kiri yang menggambarkan bagaimana perjuangan hidup Mariah yang mencari pekerjaan dari satu rumah ke rumah yang lain, dan ada gambar sosok perempuan di tengahnya yang ikonik, merujuk pada tokoh utama cerita yaitu Mariah.

Rating yang bisa aku berikan untuk buku ini ⭐ 3,8/5.




0 Komentar

Punya pertanyaan mengenai postingan yang kamu baca? Silakan di kolom komentar.

Follow Me on Instagram